<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1606861230540175306</id><updated>2012-02-16T05:56:45.137-08:00</updated><title type='text'>Goresan Pena</title><subtitle type='html'>jan9an b'kata G' BISA sebelm U m'cobanya</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://yaisy.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1606861230540175306/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yaisy.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>ummi,-</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09261261814167828221</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://bp3.blogger.com/_FFYe2eDNxd4/R9Sd2kK_xEI/AAAAAAAAAAs/6v-r1gQLSTs/S220/hggggggggg.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>6</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1606861230540175306.post-138717467693151466</id><published>2009-12-10T20:40:00.001-08:00</published><updated>2009-12-10T20:48:12.311-08:00</updated><title type='text'>salah satu tanda kiamat</title><content type='html'>Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:&lt;br /&gt;Rasulullah saw. bersabda: Hari kiamat tidak akan terjadi kecuali setelah dua golongan besar saling berperang sehingga pecahlah peperangan hebat antara keduanya padahal dakwah mereka adalah satu. (Shahih Muslim No.5142)&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:&lt;br /&gt;Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Tidak akan terjadi hari kiamat kecuali setelah banyak peristiwa haraj. Mereka bertanya: Wahai Rasulullah, apakah haraj itu? Beliau menjawab: Pembunuhan, pembunuhan. (Shahih Muslim No.5143)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1606861230540175306-138717467693151466?l=yaisy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yaisy.blogspot.com/feeds/138717467693151466/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1606861230540175306&amp;postID=138717467693151466' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1606861230540175306/posts/default/138717467693151466'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1606861230540175306/posts/default/138717467693151466'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yaisy.blogspot.com/2009/12/salah-satu-tanda-kiamat.html' title='salah satu tanda kiamat'/><author><name>ummi,-</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09261261814167828221</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://bp3.blogger.com/_FFYe2eDNxd4/R9Sd2kK_xEI/AAAAAAAAAAs/6v-r1gQLSTs/S220/hggggggggg.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1606861230540175306.post-8405280077881442483</id><published>2009-12-10T20:37:00.001-08:00</published><updated>2009-12-10T20:54:09.839-08:00</updated><title type='text'>Keutamaan Do'a</title><content type='html'>1. Do'a adalah otaknya (sumsum / inti nya) ibadah. (HR.Tirmidzi)&lt;br /&gt;2. Do'a adalah senjata seorang mukmin dan tiang (pilar) agama&lt;br /&gt;serta cahaya langit dan bumi. (HR. Abu Ya'la)&lt;br /&gt;3. Akan muncul dalam umat ini suatu kaum yang melampaui batas&lt;br /&gt;kewajaran dalam berthaharah dan berdoa. (HR. Ahmad dan Abu Dawud)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjelasan:&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Yakni berdoa atau mohon kepada Allah untuk hal-hal yang tidak&lt;br /&gt;mungkin dikabulkan karena berlebih-lebihan atau untuk sesuatu&lt;br /&gt;yang tidak halal (haram).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Ada tiga orang yang tidak ditolak do'a mereka: (1) Orang yang&lt;br /&gt;berpuasa sampai dia berbuka; (2) Seorang penguasa yang adil; (3)&lt;br /&gt;Dan do'a orang yang dizalimi (teraniaya). Do'a mereka diangkat&lt;br /&gt;oleh Allah ke atas awan dan dibukakan baginya pintu langit dan&lt;br /&gt;Allah bertitah, "Demi keperkasaanKu, Aku akan memenangkanmu&lt;br /&gt;(menolongmu) meskipun tidak segera." (HR. Tirmidzi)&lt;br /&gt;5. Barangsiapa tidak (pernah) berdo'a kepada Allah maka Allah&lt;br /&gt;murka kepadanya. (HR. Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5 Tiga macam do'a dikabulkan tanpa diragukan lagi, yaitu doa&lt;br /&gt;orang yang dizalimi, doa kedua orang tua, dan do'a seorang&lt;br /&gt;musafir (yang berpergian untuk maksud dan tujuan baik). (HR.Ahmad dan Abu Dawud)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Sesungguhnya Allah Maha Pemalu dan Maha Murah hati. Allah&lt;br /&gt;malu bila ada hambaNya yang menengadahkan tangan (memohon&lt;br /&gt;kepada-Nya) lalu dibiarkannya kosong dan kecewa. (HR. Al Hakim)&lt;br /&gt;7. Tiada seorang berdo'a kepada Allah dengan suatu do'a,&lt;br /&gt;kecuali dikabulkanNya, dan dia memperoleh salah satu dari tiga&lt;br /&gt;hal, yaitu dipercepat terkabulnya baginya di dunia, disimpan&lt;br /&gt;(ditabung) untuknya sampai di akhirat, atau diganti dengan&lt;br /&gt;mencegahnya dari musibah (bencana) yang serupa. (HR. Ath-Thabrani)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Barangsiapa ingin agar do'anya terkabul dan kesulitan-&lt;br /&gt;kesulitannya teratasi hendaklah dia menolong orang yang dalam&lt;br /&gt;kesempitan. (HR. Ahmad)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1606861230540175306-8405280077881442483?l=yaisy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yaisy.blogspot.com/feeds/8405280077881442483/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1606861230540175306&amp;postID=8405280077881442483' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1606861230540175306/posts/default/8405280077881442483'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1606861230540175306/posts/default/8405280077881442483'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yaisy.blogspot.com/2009/12/keutamaan-doa.html' title='Keutamaan Do&apos;a'/><author><name>ummi,-</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09261261814167828221</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://bp3.blogger.com/_FFYe2eDNxd4/R9Sd2kK_xEI/AAAAAAAAAAs/6v-r1gQLSTs/S220/hggggggggg.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1606861230540175306.post-2198103400038926058</id><published>2009-12-10T20:29:00.000-08:00</published><updated>2009-12-10T20:53:29.783-08:00</updated><title type='text'>Kiamat tidak akan terjadi sebelum</title><content type='html'>Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:&lt;br /&gt;Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Hari kiamat tidak akan terjadi sebelum sungai Euphrat menyingkap gunung emas, sehingga manusia saling membunuh (berperang) untuk mendapatkannya. Lalu terbunuhlah dari setiap seratus orang sebanyak sembilan puluh sembilan dan setiap orang dari mereka berkata: Semoga akulah orang yang selamat. (Shahih Muslim No.5152)&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fitnah itu akan terjadi di tempat terbitnya matahari, tempat dua tanduk setan muncul&lt;br /&gt;Hadis riwayat Ibnu Umar ra.:&lt;br /&gt;Bahwa ia mendengar Rasulullah saw. bersabda sambil menghadap ke arah timur: Ketahuilah, sesungguhnya fitnah akan terjadi di sana! Ketahuilah, sesungguhnya fitnah akan terjadi di sana. Yaitu tempat muncul tanduk setan. (Shahih Muslim No.5167)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiamat tidak akan terjadi sebelum seseorang melewati kuburan orang lain, lalu ia berharap dapat menggantikan tempat si mayit karena beratnya cobaan dunia&lt;br /&gt;Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:&lt;br /&gt;Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Kiamat tidak akan terjadi sebelum seseorang melewati kuburan orang lain lalu berkata: Alangkah senangnya bila aku menempati tempatnya!. (Shahih Muslim No.5175)&lt;br /&gt;Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:&lt;br /&gt;Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Kiamat tidak akan terjadi sebelum seorang lelaki muncul dari Qahthan menggiring manusia dengan tongkatnya. (Shahih Muslim No.5182)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1606861230540175306-2198103400038926058?l=yaisy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yaisy.blogspot.com/feeds/2198103400038926058/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1606861230540175306&amp;postID=2198103400038926058' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1606861230540175306/posts/default/2198103400038926058'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1606861230540175306/posts/default/2198103400038926058'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yaisy.blogspot.com/2009/12/kiamat-tidak-akan-terjadi-sebelum.html' title='Kiamat tidak akan terjadi sebelum'/><author><name>ummi,-</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09261261814167828221</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://bp3.blogger.com/_FFYe2eDNxd4/R9Sd2kK_xEI/AAAAAAAAAAs/6v-r1gQLSTs/S220/hggggggggg.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1606861230540175306.post-7636937741251209451</id><published>2008-09-05T19:21:00.000-07:00</published><updated>2009-12-10T20:59:32.544-08:00</updated><title type='text'>poem</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#33cc00;"&gt;DOA DAN HARAPAN&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lirihku semoga jadi doa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangisanku semoga jadi sesal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nafasku semoga jadi tasbih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatapanku semoga jadi rahmat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkenankanlah Ya Rabb…&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harapanku semoga jadi kenyataan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Resahku semoga jadi jawaban&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Deritaku semoga jadi kesabaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelitaku semoga jadi impian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kabulkanlah Ya Rabb…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doa di dalam sujud dan ruku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;T’lah menghadirkan cahaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melaksanakan kepingan sisa harapan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuk meraih ampunanMu … Ya Rabb&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1606861230540175306-7636937741251209451?l=yaisy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yaisy.blogspot.com/feeds/7636937741251209451/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1606861230540175306&amp;postID=7636937741251209451' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1606861230540175306/posts/default/7636937741251209451'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1606861230540175306/posts/default/7636937741251209451'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yaisy.blogspot.com/2008/09/poem.html' title='poem'/><author><name>ummi,-</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09261261814167828221</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://bp3.blogger.com/_FFYe2eDNxd4/R9Sd2kK_xEI/AAAAAAAAAAs/6v-r1gQLSTs/S220/hggggggggg.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1606861230540175306.post-1297469967772384954</id><published>2008-09-05T19:04:00.000-07:00</published><updated>2009-12-10T20:57:31.936-08:00</updated><title type='text'>cerita ramadhan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://tbn6-beta.google.com/images?q=tbn:Ntx9vy804NuFjM:http://sofyanhadi.files.wordpress.com/2007/08/masjid_kubah_emas-40.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px;" src="http://tbn6-beta.google.com/images?q=tbn:Ntx9vy804NuFjM:http://sofyanhadi.files.wordpress.com/2007/08/masjid_kubah_emas-40.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://tbn6-beta.google.com/images?q=tbn:Ntx9vy804NuFjM:http://sofyanhadi.files.wordpress.com/2007/08/masjid_kubah_emas-40.jpg"&gt;Jarak, waktu, dan hari-hari yang berlalu telah mengubah Ibu kami. Akhir-akhir ini wajah Ibu selalu membayangi saya. Terbayang wajah perempuan berusia hampir 70 tahun yang telah melahirkan saya. Kerut-merut yang khas, rambut putih di kepalanya. Terbayang hari-hari berat yang telah dilaluinya. Bertahun-tahun lalu, ia mampu mengubah dirinya dari kijang muda pemalu menjadi macan betina yang siap melakukan apa saja untuk melindungi anak-anaknya.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ia masih muda dan cantik ketika suaminya, Bapak kami, meninggal beberapa puluh tahun lalu. Dengan keberanian seekor macan betina, Ibu memutuskan untuk menjalani hari-hari berat merawat dan membesarkan delapan anaknya, sendirian. Karena ia perempuan perkasa yang ditempa keadaan. Suaminya tidak meninggalkan apa-apa. Apa yang bisa ditinggalkan seorang laki-laki yang mabuk judi dan perempuan dan meninggal dalam kemiskinan dan cengkeraman penyakit, selain tumpukan utang dan rumah yang tergadai?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, saya tidak malu mengakuinya. Ayah saya bukan pahlawan. Ia seorang pengecut dan pemimpi yang meninggal dalam kehinaan, dikalahkan penyakit yang diperolehnya dari kehidupan brengsek yang dijalaninya selama bertahun-tahun, jauh sebelum ia menikah dengan Ibu kami. Toh rumah tangga yang absurd di mata saya sekarang itu, mampu menghadirkan delapan anak. Entah dengan cara bagaimana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, sudah jelas bukan, Ibu adalah pahlawan kami. Paling tidak di mata saya. Meskipun sekarang ia sudah menjelma menjadi perempuan tua cerewet yang keras kepala. Saya tetap mencintainya. Bukan, bukan karena saya takut tidak kebagian ridho Ibu dan menjadi anak durhaka seperti si Malin Kundang. Namun karena saya benar-benar mencintainya. Karena Ibu telah bekerja keras hampir sepanjang umurnya. Karena Ibu selalu mau menjadi lilin yang siap terbakar habis untuk menerangi sekelilingnya-terutama untuk menerangi kehidupan anak-anaknya. Berkat Ibu-lah kami, anak-anaknya, bisa menjadi seperti sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun beberapa tahun terakhir kami harus ekstra sabar menghadapi Ibu. Kesehatan fisiknya masih bagus, kecuali telinganya yang mulai sulit mendengar. Namun, terasa Ibu saya mulai mengalami kemunduran mental yang luar biasa. Ia mulai menjadi pelupa. Ia menjelma sebagai kanak-kanak kembali. Keras kepala dan gampang tersinggung, mengingatkan pada sikap anak bungsu saya Agung yang baru duduk di kelas satu SD.&lt;br /&gt;Tahun lalu Ibu membuat saya dan keluarga kami repot. Tiba-tiba saja ia ingin merayakan Idul Fitri di kampung halamannya di Jawa Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Untuk apa?" tanya saya. "Bukankah semua anak cucu ada di Jakarta. Di sana juga tidak ada siapa-siapa lagi, selain keluarga Paman Ikhsan, adik ibu. Sebagai kakak, Ibu tidak wajib datang."&lt;br /&gt;"Tapi Ibu rindu kampung halaman, Ridwan. Tolonglah antar Ibu ke sana. Sudah bertahun-tahun Ibu tidak pulang kampung." Ah, tentu saja itu tidak benar. Dua tahun sebelumnya kami sempat mengajaknya menginap di rumah Paman Ikhsan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya terpaksa saya membatalkan rencana liburan sehabis Idul Fitri, yang membuat istri dan anak-anak saya cemberut. Soalnya sudah lama liburan itu kami rencanakan, di tengah kesibukan kami masing-masing. Kebetulan hanya saya yang waktu itu punya waktu untuk mengantar ibu. Jauh-jauh hari saudara-saudara saya sudah punya jadwal acara masing-masing untuk mengisi cuti Lebaran mereka.&lt;br /&gt;Ibu, Ibu, berat juga memang ujian kesabaran untuk sekadar mendapat julukan anak yang berbakti pada orang tua. Nyatanya benar. Hanya gayanya saja yang seolah-olah kepincut ingin pulang kampung. Baru satu malam di sana, Ibu sudah ribut mengajak saya kembali ke Jakarta. Ada-ada saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya baru saja pulang dari kantor ketika istri saya Nani langsung melaporkan ada telepon dari Ibu. Ibu memang tinggal sendiri di rumahnya di pinggiran Jakarta, hanya ditemani Bi Encum, pembantu setia keluarga kami yang sudah bertahun-tahun mengikuti Ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ibu tadi telepon, Mas. Menanyakan apa kita bisa bantu untuk membuat selamatan Ruwahan di rumahnya, untuk menyambut bulan Ramadhan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Untuk apa,” kata saya. Saya ingat, sehabis Idul Fitri nanti toh kami juga sudah harus siap-siap disibukkan oleh urusan acara selamatan yang cukup besar dan pastinya menguras cukup tenaga dan isi kantong. Saya dan istri memang mengajak ibu pergi Haji tahun ini. Pastinya akan ada hajat selamatan cukup besar, mengumpulkan kaum kerabat, teman kantor, dan para tetangga, memohon doa restu agar kami kembali selamat ke Tanah Air dan menjadi haji mabrur, bukan haji mardut yang pulang dari tanah suci, malah makin menjadi-jadi kelakuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamatan Ruwahan menjelang bulan Ramadhan itu, kan, hanya sekadar tradisi, mengumpulkan tetangga dekat dan keluarga untuk berdoa bersama, mendoakan kaum kerabat yang telah meninggal dunia. Juga meminta berkah untuk sesuatu hal yang akan kita jalani, seperti puasa Ramadhan misalnya. Setelah itu diisi dengan selamatan, alias makan bersama-sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wah, itu kan tidak ekonomis, butuh biasa sendiri. Itu hanya tradisi dan tidak diajarkan oleh agama. Apa lagi mengingat persiapan menyambut Ramadhan dan Idul Fitri selalu membutuhkan dana ekstra yang cukup menguras kantong. Berdoa, kan, bisa dilakukan sendiri-sendiri, kapan saja dan di mana saja. Bukankah doa merupakan percakapan intim dengan Tuhan yang harus dilakukan secara bersahaja, bukan bersama-sama dengan suara mendengung bising seperti lebah, kata saya sok sufistik, kepada istri saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya, terserah Mas saja. Pokoknya biar sabar menjelaskan pada Ibu, supaya Beliau tidak ngambek,” sahut istriku lembut (oh, bersyukur saya punya istri yang lembut dan penuh pengertian).&lt;br /&gt;Keesokan harinya, karena kantor libur, saya sempatkan pergi menengok Ibu saya. Dia tampak senang menyambut kedatangan kami sekeluarga. “Ya, ini, kan, menjelang bulan Ramadhan, kami harus bertemu ibu untuk meminta maaf, supaya puasa kita menjadi lebih afdal,” kata saya. Ibu tersenyum bahagia. Saya ancang-ancang mau membicarakan soal selamatan ruwahan itu. Tapi ternyata Ibu sudah mendahului saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bagaimana Ridwan, kamu bisa bantu Ibu, kan? Maklumlah Ibu tinggal di pinggiran kota, di tengah-tengah orang sederhana seperti tetangga-tetangga Ibu. Di sini memang ada kebiasaan membuat selamatan ruwahan menjelang bulan Ramadhan. Mereka bilang pada Ibu, masak Ibu dan anak ibu bisa pergi haji tahun ini, tapi tidak bisa bikin selamatan ruwahan untuk menyambut bulan Ramadhan. Wah, panas hati Ibu mendengarnya,” kata ibu berapi-api. Saya dan istri saling lirik dan bertukar pandang. Wah, sudah mulai nih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak apa-apa ibu, selamatan seperti itu, kan, hanya tradisi, tidak diajarkan oleh agama. Lagi pula, sebagai orang yang lebih tahu, masak kita mau mengikuti perkataan para tetangga. Kita, kan, beragama sesuai ajaran, bukan berdasarkan apa yang dikatakan tetangga,” saya mencoba meyakinkan Ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, seperti sudah bisa ditebak, Ibu tetap berkeras pada keinginannya. “Ayolah, Ridwan, tetangga Ibu yang hanya jualan tanaman hias di pinggir jalan saja bisa bikin selamatan ruwahan, masak anak-anak Ibu tidak mau membantu, sih?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wah, gawat. Saya lihat awan mendung mulai menghiasi mata Ibu. Saya menjadi tidak tahan. Setelah rembukan dengan istri, saya menyerah. Saya pun mulai menelepon kakak dan adik saya. Awalnya mereka juga menggerutu seperti saya. Ibu ini ada-ada saja, kata mereka, yang tidak penting begitu kok dipenting-pentingin, sih. Tapi akhirnya, seperti saya, mereka pun mengalah. Semua anak setuju membantu menyiapkan berbagai keperluan agar selamatan ruwahan itu bisa terlaksana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua hari sebelum bulan Ramadhan tiba, acara itu pun jadi diselenggarakan. Sebagian besar anak, menantu, dan cucu ikut datang ke rumah ibu. Tidak ketinggalan para tetangga. Seorang juru doa, Ustad Umar yang masih bertetangga dengan Ibu, dipanggil untuk memimpin doa selamatan. Kebahagiaan ibu bertambah karena hari itu Ibu juga kedatangan tamu. Paman Ikhsan dan istrinya datang dari kampung, ingin menginap di rumah Ibu barang satu-dua hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebetulan Paman juga seorang tokoh agama di kampungnya. Ia punya pesantren sendiri, meskipun hanya pesantren kecil. Saya tahu paman Ikhsan juga sama seperti saya, tidak terlalu sreg dengan selamatan macam itu yang terkesan mengada-ada, konsumtif, dan hanya sekadar mengikuti tradisi. Namun paman, hanya tersenyum sabar. “Biar saja, yang penting ibumu senang. Buat dia, berkumpulnya anak cucu dalam kesempatan ini, jauh lebih penting daripada sekadar selamatan ini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih lucu lagi karena ternyata paman juga mengenal Ustad Umar yang memimpin doa selamatan itu. Alangkah kecilnya dunia. Namun, saya merasa heran melihat sikap ustad Umar yang terkesan kaku dan salah tingkah melihat paman ada di situ. Begitu menyelesaikan tugasnya, Ustad Umar cepat-cepat pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kenapa Paman?” Bisik saya.&lt;br /&gt;“Ah, saya tahu masa lalu dia. Tapi sudahlah, tidak baik membicarakan aib orang. Kita harus berprasangka baik, setiap orang berhak mengubah dirinya menjadi lebih baik bukan? Yang penting, tidak usah cerita soal ustad Umar pada ibumu. Biarlah ibumu bahagia karena acara ini,” kata paman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya melihat ke arah Ibu. Ia tampak bahagia berada di tengah anak cucunya. Diam-diam saya pribadi merasa bersalah. Mungkin kami, anak cucunya, terlalu disibukkan dengan urusan kami masing-masing. Sehingga lupa meluangkan waktu lebih banyak untuk Ibu kami sendiri. Saya rasa Ibu juga tahu, selamatan ruwahan itu tidak penting. Yang penting baginya adalah merasakan berkumpul di tengah anak cucunya, meskipun hanya untuk beberapa jam saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa terasa, mata saya menjadi berkaca-kaca melihat senyum bahagia ibu saya sore itu.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1606861230540175306-1297469967772384954?l=yaisy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yaisy.blogspot.com/feeds/1297469967772384954/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1606861230540175306&amp;postID=1297469967772384954' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1606861230540175306/posts/default/1297469967772384954'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1606861230540175306/posts/default/1297469967772384954'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yaisy.blogspot.com/2008/09/cerita-ramadhan.html' title='cerita ramadhan'/><author><name>ummi,-</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09261261814167828221</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://bp3.blogger.com/_FFYe2eDNxd4/R9Sd2kK_xEI/AAAAAAAAAAs/6v-r1gQLSTs/S220/hggggggggg.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1606861230540175306.post-4318021822684771202</id><published>2008-08-08T06:14:00.000-07:00</published><updated>2009-12-10T21:00:12.529-08:00</updated><title type='text'>Ketika Hati Bicara</title><content type='html'>Mengenang dan merenungkan aku&lt;br /&gt;Ternyata aku masih lebih baik dari mereka&lt;br /&gt;Betapa kali ini aku kurang mensyukurinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia katakan begitu jujur&lt;br /&gt;Begitu lugu ceritakan semuanya&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Aku memohon untuknya agar dia tetap tabah jalani hidup yang penuh tantangan ini&lt;br /&gt;Tetap,raihlah masa depanya&lt;br /&gt;Janganlah lengah walau ombak sering menampakan badainya&lt;br /&gt;Karena itu hanya sekejab&lt;br /&gt;Percayalah.........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah  kata hatiku yang belum terucap untuknya&lt;br /&gt;Hanya dengan tulisan ini kuharap sampai di hatinya,membakar semangatnya..dalam mengarungi samudra hidup yang penuh liku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janganlah engkau tangisi keadaanmu sekarang&lt;br /&gt;Percayalah itu tak akan merubah keadaan hidup&lt;br /&gt;Jalani esok hari dengan lebih baik dan semangat baru&lt;br /&gt;Aku yakin di hatimu ada kekuatan sperti ini...&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1606861230540175306-4318021822684771202?l=yaisy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yaisy.blogspot.com/feeds/4318021822684771202/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1606861230540175306&amp;postID=4318021822684771202' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1606861230540175306/posts/default/4318021822684771202'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1606861230540175306/posts/default/4318021822684771202'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yaisy.blogspot.com/2008/08/ketika-hati-bicara.html' title='Ketika Hati Bicara'/><author><name>ummi,-</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09261261814167828221</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://bp3.blogger.com/_FFYe2eDNxd4/R9Sd2kK_xEI/AAAAAAAAAAs/6v-r1gQLSTs/S220/hggggggggg.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
